Misteri
Beranda / Misteri / Pembunuhan Ibu Hamil di Hotel Palembang: Bayar Rp300 Ribu untuk Kencan, Korban Dicekik Saat Tolak Ronde Kedua

Pembunuhan Ibu Hamil di Hotel Palembang: Bayar Rp300 Ribu untuk Kencan, Korban Dicekik Saat Tolak Ronde Kedua

Pembunuhan Ibu Hamil di Hotel Palembang: Bayar Rp300 Ribu untuk Kencan, Korban Dicekik Saat Tolak Ronde Kedua
Pembunuhan Ibu Hamil di Hotel Palembang: Bayar Rp300 Ribu untuk Kencan, Korban Dicekik Saat Tolak Ronde Kedua

sentiment.co.id – Klarifikasi Dirreskrimum Polda Sumsel soal motif Febrianto bunuh Anti Puspitasari viral di TikTok sejak 16 Oktober 2025, netizen campur geram “sadis, ibu hamil diginiin—hukum mati pelaku!” dan prihatin “korban bantu ekonomi keluarga, kasihan anaknya!”, soroti bahaya kencan online di Sumsel yang sering berujung tragedi kekerasan domestik atau seksual.

Kronologi Kencan Berujung Tragedi di Hotel Lendosis

Kasus pembunuhan ibu hamil Anti Puspitasari (22 tahun) di Hotel Lendosis, Palembang, menjadi sorotan nasional setelah pelaku, Febrianto alias Febri (22 tahun, warga Desa Sudomulyo Jalur 18, Muara Padang, Banyuasin), ditangkap Polres Palembang pada 16 Oktober 2025. Anti, ibu dua anak, ditemukan tewas di kamar Nomor 8 lantai 2 hotel Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II, pada Jumat 10 Oktober malam. Mayatnya dalam kondisi dicekik, dengan tanda-tanda kekerasan seksual pasca kematian.

Menurut pengakuan Febri saat diperiksa Dirreskrimum Polda Sumsel, peristiwa bermula dari perkenalan via grup Facebook. Keduanya sepakat kencan di hotel dengan kesepakatan “bayar Rp300 ribu untuk dua ronde hubungan badan”. Anti, yang tinggal dengan suami dan dua anak kecil, diketahui sering bantu ekonomi keluarga melalui pekerjaan sampingan seperti kencan berbayar, meski keluarganya menyangkal. Febri tiba di hotel pukul 18.00 WIB, serahkan uang tunai, dan lakukan ronde pertama tanpa paksaan.

Masalah muncul setelah ronde pertama selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Febri minta ronde kedua, tapi Anti tolak karena merasa lelah dan ingin pulang ke anak-anaknya. “Dia suruh saya keluar kamar, bilang cukup satu ronde,” ujar Febri dalam rekonstruksi. Marah karena merasa “dirugikan”, Febri bekap leher Anti dari belakang, lalu cekik pakai tangan hingga korban tak bernapas lagi. Anti ditinggal mayat di kamar, Febri kabur dengan motornya. Keluarga Anti lapor hilang ke polisi keesokan harinya, mayat ditemukan saat pembersihan hotel.

Dirreskrimum Kombes Pol Johannes Bangun menjelaskan, “Ada kesepakatan awal, tapi tak sesuai harapan pelaku. Masih dalami motif lain, seperti dendam atau paksaan tambahan.” Febri dijerat Pasal 338 KUHP (pembunuhan berencana) jo Pasal 351 (penganiayaan berat) jo Pasal 289 (perkosaan), ancaman hukuman 15 tahun hingga seumur hidup. Polisi amankan barang bukti: Uang Rp300 ribu, ponsel korban, & rekaman CCTV hotel. Keluarga Anti trauma berat, suami korban: “Dia cuma bantu biaya sekolah anak, tak pantas mati begini.”

Viral Siswa SDN 150 Palembang Disiram Air Panas: Guru Cuek, Dinas Pendidikan Klarifikasi

Dampak Sosial & Respons Pihak Berwenang

Kasus ini ungkap sisi gelap kencan online di Sumsel, di mana platform seperti Facebook sering jadi ajang prostitusi terselubung. Data Polri Sumsel: 15 kasus serupa tahun 2025, mayoritas korban perempuan rentan ekonomi. LSM perempuan Palembang tuntut razia hotel & edukasi keselamatan. Polda Sumsel: “Perkuat patroli cyber, blokir grup berbahaya.” Keluarga Febri minta maaf, tapi publik tuntut hukuman maksimal. Anti dimakamkan 18 Oktober, anak-anaknya diasuh saudara.

Sentimen Publik di Media Sosial

Netizen TikTok ramai #BunuhAntiPalembang, sentimen didominasi geram.

Positif (10%):

  • Prihatin: “Doa untuk Anti & anaknya, polisi cepat hukum pelaku!”

Negatif (80%):

  • Geram: “Sadis bunuh ibu hamil, Febri monster—Rp300 ribu buat nyawa?”

Netral (10%):

Kasus Selingkuh Julia Prastini Jadi Bahan Studi Kampus: Soroti Cancel Culture di Medsos

  • Fakta: “10 Okt hotel, dicekik tolak ronde.”

Kasus ini jadi pelajaran kencan aman & perlindungan perempuan. Netizen, pencegahan apa perlu?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *