sentiment.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia ikut pertemuan di Istanbul dengan Qatar, Arab Saudi, UEA, Yordania, Pakistan, dan Turki untuk bahas pasukan stabilisasi Gaza. “Diskusi lanjut soal rencana 20 poin Trump,” ujar Menlu Turki Hakan Fidan Selasa (4/11/2025). Tujuannya pertahankan gencatan senjata pasca-pelanggaran Israel, tapi butuh resolusi DK PBB.
Kronologi Pertemuan: Sidak Gencatan Senjata
Pertemuan Senin (3/11/2025) di Istanbul fokus bentuk pasukan internasional Gaza, bagian rencana perdamaian AS. Gencatan senjata 10 Oktober dilanggar Israel berulang, tewaskan 236 warga Palestina termasuk 46 anak. Negara peserta potensial sumbang pasukan, tapi definisi tugas belum jelas.
Respons Fidan: Ketidakpercayaan ke Israel
Fidan: “Negara peserta putuskan kirim tentara berdasarkan definisi mandat.” Beberapa minta resolusi PBB untuk kejelasan. Ketidakpercayaan muncul dari serangan Israel, termasuk minggu lalu tewaskan 100 orang. Erdogan sebut pertemuan sebelumnya dengan Trump “bermanfaat”.
Dampak: Harap Stabilisasi Gaza
Kasus soroti urgensi pasukan perdamaian cegah eskalasi. Publik: “Indonesia dukung, tapi awasi pelanggaran Israel!” Reformasi damai Gaza desak mandat kuat, kurangi korban sipil.
Komentar